Gejala Filsafat
(sumber : Kuliah Prof. Marsigit, M. A.)
Assalamu'alaikum, Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim..
Kegiatan
perkuliahan diawali lagi dengan tes jawab singkat. Kemudian dilanjutkan
pembahasan. Terdapat berbagai macam gejala dalam filsafat. Hal ini dapat
dilihat dari masing-masing sifat nya. Contoh dari gejala filsafat ini adalah
sebagai berikut.
- Disharmoni, yaitu segala sesuatu yang sedang dalam keadaan tidak baik, tidak tepat, tidak pas ruang dan waktunya.
- Simbolism, yaitu menujukkan bahwa filsafat dapat menggunakan simbol-simbol,tanda-tanda, kode-kode
- Mitos, yaitu kondisi dimana seseorang tidak berfikir.
- Skeptisisme.
- Subjectivisme (menurut diri sendiri); obyektivisme (menurut orang lain)
- Relativisme yaitu tergantung situasi dan kondisi, lawannya yaitu absolutisme
- Intuisionisme, reductionisme, skeptisisme, monoisme, nihilisme, hermenitika, Infinite regres
- Authoritarian, kapitalisme
- Analitik, Apostriori, dan masih banyak lagi.
Ilmu
ada karena pikiran manusia. Seseorang dapat menguasai ilmu dengan ilmu, atau ilmu
yang berilmu. Sebenar-benarnya orang hidup adalah rajin dalam kemalasan dan
malas dalam kerajinan. Manusia hanya tinggal menentukan waktu untuk malas dan
rajin. Namun, penilaian rajin atau malas itu relatif. Bukan hal yang baik juga
apabila seseorang rajin dalam segala hal, sebab tidak semua rajin itu selalu
bermakna baik. Sebagai contohnya : rajin mengambil hak orang lain, rajin
mencela orang, rajin menggunjing orang. Sehingga malaspun perlu bagi kita, jadi
malaslah untuk hal-hal tertentu, misalnya malas korupsi, malas berbohong, malas
berkata-kata buruk.
Manusia
diciptakan dengan akal dan pemikiran yang berbeda-beda. Pemikiran seseorang
tentu akan berbeda-beda pula. Bagaimana jika orang lain ingin mengikuti
pemikiran kita? Tentu hal tersebut akan membatasi ruang gerak kita. Setiap
manusia memiliki bayang-bayangnya sendiri. Jika mengikuti pikiran orang lain,
maka sama saja ia mengikuti bayang-bayang orang tersebut yang akibatnya, ia
akan menjadi tidak berdaya, tidak mampu bergerak, dalam artian tidak memiliki
jadi diri.
Manusia
tidak luput dari rasa ragu. Keraguan dari level bawah sampai keraguan dari
level tinggi. eraguan bisa terjadi di dalam pikiran maupun secara fisik. Jika
badan atau fisik seseorang jugak ragu-ragu maka akan sulit dikendalikan.
Ragu-ragu dipikiran, itulah sebenar-benarnya tanda bahwa kita mau berfikir maka
sebenar-benarnya filsafat silahkan engkau ragukan semuanya itu, tapi jangan
sekali-kali meragu di dalam hati karena sebenar-benarnya ragu di hati itu
adalah godaan syaiton. Oleh, karena itu sebenar-benarnya cara untuk mengatasi
ganguan atau godaan hati adalah dengan memohon kepada Allah SWT, berdoa dan
berzikir agar selalu dilindungi hatimu itu. Keraguan fisik, keraguan hati,
keraguan pikiran, keraguan spiritual jangan sekali-kali ragu sebab itu adalah
keyakinan kita.
Kembali
pada pemahasan filsafat, apakah tanda-tanda seseorang seseorang telah
berfilsafat? Filsafat dapat didefinisikan ke dalam tak terhingga banyaknya
definisi. Bahkan menurut Prof. Marsigit, filsafat dapat diartikan menjadi 1001
macam definisi misalnya olah berpikir, bertanya, dan refleksi. Hal ini
dikarenakan, filsafat merupakan hasil dari pemikiran para filsuf. Pemikiran
tersebut tentu merujuk pada persepsi maupun sudut pandang yang berbeda pula.
Lalu, baiamana hubungan filsafat dengan matematika, belajar filsafat ini
merupakan sarana untuk membongkar pembelajaran matematika. Matematika murni
adalah dunia cita-cita dunia orang dewasa, tanpa dunia kenyataan. Bila dihubungkan ke dunia anak anak yang
merupakan dunia kenyataan tidak memungkinkan untuk menggunakan ilmunya orang
murni, inilah salah satu peran filsafat yaitu menyesuaikan dunianya.
Demikian refleksi yang dapat saya tuliskan, tentu masih banyak kekurangannya.
Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.
0 komentar:
Posting Komentar