EPISODE : THE DEATH OF RAHWANA
24/11/2017 - Museum Sonobudoyo
Aksiologi
atau teori nilai dipandang sebagai ilmu yang mempelajari
hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan. Atau bisa juga dengan mempelajari
tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Aksiologi penting untuk dipelajari, karena
segala ilmu pengetahuan akan memiliki manfaat atau ada manfaatnya ketika digunakan
dengan sebaik-baiknya. Setiap ilmu yang ada pasti memiliki nilai-nilai tersendiri.
Oleh karenanya, terdapat dua penilain yang umum digunakan dalam aksiologi,
yaitu etika dan estetika. Etika merupakan salah satu cabang dalam filsafat yang
membahas tentang masalah-masalah moral yang meliputi perilaku, norma, dan adat
istiadat manusia. Tujuan dari etika adalah agar manusia mengetahi dan mampu
mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Sedangkan estetika merupakan cabang
dalam filsafat yang membahas tentang nilai keindahan. Keindahan yang dimaksud
adalah suatu objek yang indah bukan semata-mata bersifat selaras serta memiliki
pola yang baik melainkan harus juga mempunyai kepribadian di dalamnya.
Berkaitan dengan nilai etik dan estetika, terdapat salah satu kesenian yang
berasal dari Jawa yaitu wayang kulit.
(Gambar pertunjukan wayang kulit tgl 24/11/2017 @ Museum Sonobudoyo)
Wayang memiliki arti bayang-bayang dan dikenal
sebagai pertunjukan bayangan yang melibatkan dalang dan wayang sebagai objek
yang dimainkannya. Pertunjukan wayang akan melakonkan cerita-cerita yang bersumber
dari epos Ramayana atau Mahabharata. Dibalik cerita wayang, terdapat
nilai-nilai yang mencerminkan kehidupan manusia. Wayang bercerita melalui bayangan.
Adanya bayangan karena adanya cahanya yang menerangi gelap. Cahayapun memiliki
sumber cahaya. Tidak berbeda dengan manusia. Manusia dapat dianalogikan sebagai
lakon pewayangan yang muncul melalui suatu bayang-bayang dan bersumber dari
cahaya yaitu Allah SWT. Kemudian melakukan segala berdasarkan dalang, yang
dianalogikan dalam kehidupan dalang ialah Allah SWT. Sebagai seorang dalang, ia
berhak atas tokoh yang dimainkannya, seperti halnya manusia yang menjalani
kehidupan sesuai dengan skenario dari Allah SWT. Wayang menunjukan sisi
estetikanya. Hal ini dapat dilihat melalui kreativitas manusia untuk melakukan
suatu pertunjukan seni yang dinamis. Melaui kisah wayang memberikan nilai bahwa
manusia seyogyanya mampu untuk bercermin, apakah perbuatan yang telah
dilakukannya selama ini telah sesuai dengan ajaran agama? apakah perbuatannya
merupakan perbuatan baik seperti yang dilakukan oleh Sang Rama dan Hanoman,
atau malah berbuat yang tidak baik seperti Sang Rahwana? Cerita wayang
merefleksikan kehidupan manusia yang dipertunjukkan di suatu panggung dan mengajarkan
bahwa sesuatu yang baik tidak sepenuhnya baik, sesuatu yang jahat tidak
sepenuhnya jahat.

0 komentar:
Posting Komentar