(12/12/2017)
“Ojo nggege mongso”
Terjemahan dalam bahasa
indonesia memiliki makna bahwa jangan mendahului keinginan tuhan. Jangan memaksakan sesuatu terjadi
sebelum waktunya. Jangan mempercepat waktu atau makna sebenarnya adalah
jangan memaksakan diri memperoleh hasil sebelum waktunya.
Jika dalam filsafat, hal yang
demikian merupakan suatu “musuh”. Karena, sebenar-benar musuh dalam berfilsafat
adalah yang mendahului kehendak tuhan.
Sebagai contohnya yaitu waktu
masih kurang satu minggu namun dirasakan hanya kurang satu hari saja. Seorang yang
memiliki adik berumur 1 tahun diperlakukan seperti anak yang berusia 10 tahun.
Memaksakan buah muda agar segera
matang. Atau bisa juga dengan memaksakan diri menempati kedudukan tertentu
sebelum memiliki kesiapan atau bekal yg matang dan memadahi.
Apa yang boleh dilakukan
yaitu bercita-cita maupun berangan-angan namun tidak dalam artian mendahului
kehendak tuhan. Perbedaanya terletak pada optimalisasi hubungan antara
kenyataan dan pikiran, antara harapan dan kenyataan. Melihat kenyataan untuk
menentukan pemikiran kita yang logis dan realistis. Hal ini bisa disebut juga sebagai
ikhtiar, yaitu usaha manusia untuk
memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan
masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat
terpenuhi.
Segala sesuatu pasti memiliki proses dan tahapannya masing-masing. Tahapan
tersebut harus dilalui satu persatu. Seperti diibaratkan dengan naik tangga. Jika
ingin sampai ke tingkat paling atas dari tangga tersebut maka langkah kaki harus
dimulai dari anak tangga yg paling bawah. Tidak bisa serta merta langung
melangkah pada anak tangga paling atas. Oleh karena itu penting bagi manusia
untuk selalu berikhtiar dan tidak lupa berdoa, karena Allah SWT memiliki
jawaban terbaik atas doa dan ikhtiar manusia.
Seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyiqaq: 19 yang artinya : "Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)".
Seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyiqaq: 19 yang artinya : "Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)".
0 komentar:
Posting Komentar