(Refleksi
Perkuliahan Filsafat dengan Prof. Marsigit tgl 28/11/2017)
The Iceberg Approach
of Learning Fractions in Junior High School: Teachers’ Reflection Prior to
Lesson Study Activities
Hermeneutika merupakan suatu kondisi dimana segala sesuatu
yang ada di dunia ini akan melakukan interaksi, baik berupa pemahaman,
penafsiran, dan sebaginya sesuai dengan ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam
kehidupan diilustrasikan seperti pada gambar di atas oleh Prof. Marsigit. Hermeneutika
hidup tersebut terdiri dari dua bagan, yaitu teori dan praktik. Parktik terletak
di bawah teori, yang artinya manusia hidup tidak langsung mengenal suatu teori
namun ia akan memulai segala sesuatunya dengan praktik. Sebagai contohnya yaitu
seorang anak yang belajar berbicara. Ia akan memulainya dari latihan secara
pertahap bagaimana mengucapkan suatu huruf. Kata, yang pada akhirnya kalimat. Hal
ini tidak didasari oleh teori bagimana berbicara itu.
Keseluruhan
proses tersebut akan membentuk suatu spiral dan berputar tanpa putus. Apa yang
dipelajari dengan praktik dan juga intuisi lama-lama akan mencapai pada
puncaknya yaitu teori dan berujung pada pemahaman. Siklus tersebut akan berjalan
terus dan berulang ketika menemukan suatu ilmu yang baru.
Tidak berbeda dengan pembelajaran matematika. Melalui hermeneutika
ini, secara bertahap diawali dengan praktik, harapannya siswa mampu memahami matematika
dengan baik. Adapun hermeneutika dalam pembelajaran matematika, oleh Prof.
Marsigit diilustrasikan seperti berikut.
Iceberg
Approach merupakan
gambaran gunung es matematika realistik sebagai salah satu pendekatan dalam
berhermeneutika dalam pembelajaran matematika. Matematika sekolah seyogyanya dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan
aktivitas manusia. sehingga, matematika harus dekat dengan siswa dan relevan
dengan kehidupan nyata sehari-hari.
Realistik merupakan sesuatu yang dapat dibayangkan oleh siswa. seperti
pada iceberg approach di atas, pada bagian
paling dasar berisi objek-objek matematika yang nyata dan ada di kehidupan sehari-hari.
kemudian di atasnya terdapat model matematikanya. Dilanjutkan dengan keterkaitan
simbol dalam matematika (notasi formal). Sehingga pemikiran siswa akan naik
bagaikan sedang mendaki gunung hingga sampai pada puncaknya yaitu pemahaman
tentang matematika. Di sini lah peran guru dalam membawa siswa untuk sampai
pada puncak tersebut.Siapa yang siap maka matematika akan menjadi bermanfaat
bagi dirinya, begitupun sebaliknya, jika siswa kurang siap maka matematika akan
menjadi bencana bagi dirinya.



0 komentar:
Posting Komentar