Ruang dan Waktu dalam Kehidupan
Sumber : Kuliah Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Manusia itu jauh dari
kata sempurna. Namun sosok manusia adalah sosok yang berbeda dari makhluk Allah
SWT lainnya. Dengan kata lain manusia relatif, sesuai dengan ruang dan
waktunya. Peradaban dan kekuasaan menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter
manusia. Seorang anak yang tumbuh di lingkungan tertentu maka pribadinya akan
terbentuk seperti lingkungannya. Orang tua sebagai contoh pertama dalam
kehidupan seorang anak tentu memiliki peran penting dalam setiap perkembangan
anak. Selama hidup di dunia, tentu manusia tidak luput dari kesalahan. Kesalahan
yang dimaksud adalah perbuatan yang tidak baik, sebagai contohnya yaitu
melakukan kebohongan. Hal yang sangat mudah dilakukan manusia. Setiap manusia
akan mencoba menutupi setiap kebohongan yang telah ia lakukan. Kebohongan akan
ditutupi oleh kebohongan baru, dan seterusnya. Oleh karena itu, manusia tidak
bisa hidup jika tidak memakai topeng (baca: menutupi kebohongannya).
Terdapat suatu istilah
yaitu “kanopi” yang berarti topeng. Kanopi yang dimaksudkan adalah hal yang berarti tempat berlindung,
bersembunyi, dan sebagainya. Hal ini bisa menjadikan manusia menyalahgunakan
kanopi tersebut untuk melindungi dirinya dari perilaku buruk yang telah ia
lakukan. Manusia tidak akan bisa hidup jika tidak memakai topeng. Sehingga, semua
manusia itu tidak lain adalah manusia bertopeng. Setiap manusia setidaknya
pernah melakukan kebohongan. Entah disengaja atau tidak. Bahkan ketika topeng
tersebut di buka, maka seorang manusia bisa jadi tidak bisa hidup dengan baik. Namun,
sepandai-pandai manusia menyembunyikan sesuatu maka akan diketahui oleh Allah
SWT.
Hal-hal yang buruk
bisa tergatikan oleh hal-hal yang baik. Tentu saja dengan memperbaiki diri
dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Kedatangan dan kepergian merupakan hal yang
wajar terjadi. Sebagai bagian dari menembus ruang dan waktu, akan terjadi
reduksi dari hal-hal yang baik. Intuisi yang dimiliki manusia akan membantu
untuk mengingat masa lampau dan yang sudah terjadi dan pada masa sekarang. Intuisi
berkaitan dengan ingatan. Adanya ingatan akan membuat manusia memahami sesuatu
hal. Sehingga manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang
lainnya karena ia mempunyai intuisi dan ingatan.
Kehidupan jika
ditinjau dari filsafat maka akan memiliki tingkatan atau dimensi. Dimensi tersebut
terjadi secara bertahap sesuai dengan kondisi manusia. manusia dewasa memiliki
dimensi yang berbeda dengan anak-anak. Misalnya, siswa SD diberikan pertanyaan terkait
dengan materi SMP. Wajar saja jika ia tidak bisa menjawabnya, hal tersebut
dikarenakan tidak cocok ruang dan waktunya. Sehingga pada dasarnya tidak ada
pelajaran yang sulit. Hanya saja belum tepat penyampaiannya dalam hal ruang dan
waktunya.
0 komentar:
Posting Komentar