Jumat, 22 Desember 2017

REFLEKSI PERKULIAHAN FILSAFAT ILMU BAGIAN KE 5

Ruang dan Waktu dalam Kehidupan
Sumber : Kuliah Prof. Dr. Marsigit, M.A.



Manusia itu jauh dari kata sempurna. Namun sosok manusia adalah sosok yang berbeda dari makhluk Allah SWT lainnya. Dengan kata lain manusia relatif, sesuai dengan ruang dan waktunya. Peradaban dan kekuasaan menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter manusia. Seorang anak yang tumbuh di lingkungan tertentu maka pribadinya akan terbentuk seperti lingkungannya. Orang tua sebagai contoh pertama dalam kehidupan seorang anak tentu memiliki peran penting dalam setiap perkembangan anak. Selama hidup di dunia, tentu manusia tidak luput dari kesalahan. Kesalahan yang dimaksud adalah perbuatan yang tidak baik, sebagai contohnya yaitu melakukan kebohongan. Hal yang sangat mudah dilakukan manusia. Setiap manusia akan mencoba menutupi setiap kebohongan yang telah ia lakukan. Kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan baru, dan seterusnya. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup jika tidak memakai topeng (baca: menutupi kebohongannya).
Terdapat suatu istilah yaitu “kanopi” yang berarti topeng. Kanopi yang dimaksudkan adalah hal yang berarti tempat berlindung, bersembunyi, dan sebagainya. Hal ini bisa menjadikan manusia menyalahgunakan kanopi tersebut untuk melindungi dirinya dari perilaku buruk yang telah ia lakukan. Manusia tidak akan bisa hidup jika tidak memakai topeng. Sehingga, semua manusia itu tidak lain adalah manusia bertopeng. Setiap manusia setidaknya pernah melakukan kebohongan. Entah disengaja atau tidak. Bahkan ketika topeng tersebut di buka, maka seorang manusia bisa jadi tidak bisa hidup dengan baik. Namun, sepandai-pandai manusia menyembunyikan sesuatu maka akan diketahui oleh Allah SWT.
Hal-hal yang buruk bisa tergatikan oleh hal-hal yang baik. Tentu saja dengan memperbaiki diri dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Kedatangan dan kepergian merupakan hal yang wajar terjadi. Sebagai bagian dari menembus ruang dan waktu, akan terjadi reduksi dari hal-hal yang baik. Intuisi yang dimiliki manusia akan membantu untuk mengingat masa lampau dan yang sudah terjadi dan pada masa sekarang. Intuisi berkaitan dengan ingatan. Adanya ingatan akan membuat manusia memahami sesuatu hal. Sehingga manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya karena ia mempunyai intuisi dan ingatan.
Kehidupan jika ditinjau dari filsafat maka akan memiliki tingkatan atau dimensi. Dimensi tersebut terjadi secara bertahap sesuai dengan kondisi manusia. manusia dewasa memiliki dimensi yang berbeda dengan anak-anak. Misalnya, siswa SD diberikan pertanyaan terkait dengan materi SMP. Wajar saja jika ia tidak bisa menjawabnya, hal tersebut dikarenakan tidak cocok ruang dan waktunya. Sehingga pada dasarnya tidak ada pelajaran yang sulit. Hanya saja belum tepat penyampaiannya dalam hal ruang dan waktunya.

0 komentar:

Posting Komentar