Sumber : Kuliah Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Terdapat tingkatan di dalam berbagai aspek di kehidupan. Seperti halnya
dalam matematika yang juga terdapat tingkatan di dalamnya. Tingkatan terendah
dalam matematika adalah suatu pengertian. Berpikir mengenai pengertian tersebut
berkaitan dengan konsep yang ada dalam matematika. Adapun konsep jika ditinjau
dari filsafat dapat berarti objek. Sebagai contohnya yaitu konsep titik (objek
titik). Titik tidak dapat didefinisikan, bayangan dari titik adalah yang ada
dan yang mungkin ada. Adapun keberadaan dari titik tersebut terikat oleh ruang dan
waktu.
Wadah dan isi merupakan sesuatu yang memiliki struktur dan memiliki
dimensi. Wadah dan isi merupakan hal yang ada dan yang mungkin ada. Melalui pikiran
manusia yang telah dianugerahkan dari Allah SWT dapat terbentuk suatu konsep
baru tentang pengetahuan. Antara pikiran dan kenyataan, masing-masing memiliki
keterkaitan dengan predikatnya. Sehingga sebenar-benar predikat hanya mampu
dipikirkan. Ingatan yang ada di pikiran manusia merupakan salah satu titik
diantara keseluruhan yang ada.
Yang dilakukan manusia di muka bumi ini adalah berbuat kebaikan dan tidak
luput dari berbuat keburukan atau kesalahan. Namun, keburukan tidak perlu
diingat-ingat dalam pikiran hanya saja perlu diperbaiki dengan melakukan
sesuatu yang bermanfaat dan tidak mengulangi keburukan tersebut. Apa yang manusia
bisa perbuat adalah berikhtiar serta berdoa agar apa yang dijalani mendapatkan
ridho dan barokah dari Allah SWT.
Di dalam ingatan tentu terdapat suatu skema pengalaman, pengetahuan,
ataupun yang lainnya. Skema tersebut membentuk suatu pola tertentu yang saling
berkaitan satu dengan yang lainnya. Mengingat akan berkebalikan dengan
melupakan. Lupa itu manusiawi. Siapa saja pasti tidak luput dari lupa. Ingatan akan
secara alami melupakan hal-hal yang tidak berkesan, tidak diulang-ulang, tidak paham
akan sesuatu hal. Apa yang menjadi poin penting dalam hal mengingat sesuatu adalah
intuisi. Intuisi adalah suatu anugerah yang Allah SWT berikan kepada diri
setiap manusia. oleh karena itu, penting untuk mengingat segala hal yang baik
dari orang lain sebagai bahan refleksi diri sendiri dan melupakan hal-hal yang
tidak baik. “Pikirkanlah apa yang kamu jalani, dan jalani apa yang kamu
pikirkan, dan semua terangkum dalam doa”
0 komentar:
Posting Komentar